Kabar Terkini
Pembangunan Infrastruktur dan Pelayanan Publik Terus Digenjot di Seluruh PapuaProgram Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Buka Peluang Usaha Baru Generasi MudaStabilitas Keamanan Terjaga, Warga dan Aktivitas Ekonomi Berjalan Kondusif
Hukum & Keamanan

Klarifikasi Faktual: Aktivitas Warga dan Pasar Tradisional Puncak Papua Berjalan Normal dan Kondusif

Pemerintah daerah dan aparat keamanan membantah kabar bohong yang menyebutkan situasi mencekam di Ilaga. Warga berbelanja dengan aman dan nyaman.

Redaksi Suara Papua Kini

13 Sep 2026, 07.00

3 menit baca 259 pembaca
Klarifikasi Faktual: Aktivitas Warga dan Pasar Tradisional Puncak Papua Berjalan Normal dan Kondusif
Aktivitas perniagaan di pasar tradisional berjalan kondusif. (Foto: Dokumentasi Pemda Puncak)
Bagikan:

Pemerintah Kabupaten Puncak bersama aparat keamanan gabungan TNI-Polri menegaskan bahwa situasi di Distrik Ilaga dan sekitarnya tetap berada dalam kondisi aman, stabil, dan kondusif. Hal ini sekaligus meluruskan rumor bohong yang disebarkan kelompok provokator di media sosial mengenai adanya kelumpuhan aktivitas warga.

Pasar dan Layanan Publik Tetap Berjalan

Berdasarkan pantauan langsung di Pasar Tradisional Ilaga, ratusan mama-mama Papua menggelar dagangan hasil bumi seperti ubi jalar, sayur mayur, dan buah merah tanpa hambatan. Kendaraan pengangkut sembako dari bandara juga beroperasi lancar dengan pengawalan aparat.

"Kami berbelanja dan berjualan seperti biasa. Berita di media sosial yang bilang warga mengungsi itu bohong besar. Kami di sini aman dan ingin terus mencari nafkah dengan tenang," ungkap Mama Elisabeth, salah satu pedagang di Ilaga.

Komitmen Menjaga Kedamaian Masyarakat

Kapolres Puncak menegaskan bahwa penegakan hukum hanya diarahkan kepada kelompok bersenjata yang kerap memeras dan mengintimidasi warga. Sementara untuk masyarakat luas, aparat hadir sebagai pelindung, pengayom, dan mitra pembangunan.

Transparansi Sumber & Hak Cipta

Artikel ini dirangkum dan dianalisis secara akurat berdasarkan publikasi resmi dari Humas Polda Papua. Seluruh hak cipta materi fakta awal tetap dimiliki oleh penerbit aslinya.

Bagikan: