Geliat usaha mikro, kecil, dan menengah di Papua menghadirkan harapan baru bagi kesejahteraan masyarakat asli Papua. Anak-anak muda seperti Alo Jufuway dan John Wona menunjukkan bahwa kekayaan lokal, mulai dari kopi arabika hingga batik bermotif alam Papua, dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.
Gerakan ini bukan hanya membuka peluang pendapatan, tetapi juga membangun kepercayaan diri, memperluas pasar lokal, dan memangkas stigma bahwa Papua semata-mata menjadi tempat orang lain mencari keuntungan.
Alo, warga asal Depapre, Kabupaten Jayapura, mulai mengembangkan bisnis kopi pada September 2020, ketika pandemi Covid-19 mendorong banyak orang mencari peluang baru. Dari sebuah rumah di Abepura yang ia sebut sebagai gudang kopi, Alo membawa kopi arabika dari Papua Pegunungan ke Kota Jayapura sebagai pusat distribusi dan pasar hilir.
Ia bekerja sama dengan petani dari Tiom di Lanny Jaya, Kiwirok di Pegunungan Bintang, serta Tangma dan Kurima di Yahukimo, lalu memasoknya ke kedai kopi, hotel, dan instansi pemerintahan.
Kekayaan Lokal Menjadi Identitas dan Nilai Tambah
Bagi Alo, kekuatan kopi Papua terletak pada asal-usul dan identitas produknya. Kopi yang dipasarkan langsung di Papua memiliki keunikan, cerita, dan eksklusivitas yang dapat meningkatkan nilai ekonomi petani. Ia meyakini, keterbatasan rantai pasok tidak harus menjadi penghalang selama pelaku usaha mampu membangun merek yang kuat serta menciptakan ekosistem pasar di daerah sendiri.
Semangat serupa terlihat dari Sanggar Almeldi yang didirikan John Wona di Kota Jayapura sejak 2018. Bersama para penggiat sanggar, John mengembangkan batik dengan motif dua burung cenderawasih jantan, rumput laut, ikan, gurita, dan bunga karang yang terinspirasi dari kekayaan alam Papua.
Keragaman etnis dan bentang alam Papua masih menyediakan ruang luas untuk menggali motif baru, sekaligus membuka kesempatan bagi anak-anak muda untuk berkarya melalui fesyen, kerajinan, dan industri kreatif.
Kolaborasi Memperluas Pasar Wirausaha Papua
Penguatan UMKM menjadi bagian penting dari upaya membangun perekonomian Papua yang lebih beragam dan tidak bergantung pada satu sektor. Data Badan Pusat Statistik Papua menunjukkan ekonomi daerah itu tumbuh 8,28 persen secara tahunan pada triwulan III 2023, dengan pertambangan dan penggalian masih menjadi kontributor terbesar.
Karena itu, akademisi Universitas Cenderawasih Kurniawan Patma mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan yang mengolah hasil pertanian, perikanan, dan kebudayaan lokal menjadi produk bernilai tambah.
Di Universitas Cenderawasih, program kewirausahaan yang didampingi kampus bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah melibatkan 90 tim mahasiswa. Sapira Dantru dan rekan-rekannya, misalnya, mengolah sagu, keladi, pisang, serta ikan menjadi produk kuliner dan abon. Dukungan Bank Indonesia dalam perizinan dan legalitas membantu mahasiswa menyiapkan usaha secara lebih profesional, sementara pendampingan lintas pihak diharapkan dapat membawa produk mereka menembus pasar yang lebih luas.
Peluang pasar juga dapat diperkuat melalui pariwisata, festival, dan konektivitas perbatasan. Sail Cenderawasih pada November 2023 melibatkan sekitar 4.000 pelaku UMKM, mendatangkan 6.521 wisatawan domestik selama 12 hari, dan mencatat transaksi hingga Rp78 miliar. Di perbatasan Skow, warga Vanimo, Papua Niugini, menjadi pasar potensial bagi produk Jayapura, sebagaimana terlihat dalam Border Trade Show yang mempertemukan UMKM lokal dengan konsumen dari kedua wilayah.
Rangkaian perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa masa depan ekonomi Papua dapat dibangun dari kekuatan masyarakatnya sendiri, termasuk mama-mama pengolah pangan, perajin, petani, nelayan, mahasiswa, dan pelaku usaha muda. Dengan menghadirkan pasar ke Papua, memperbaiki transportasi, memperkuat legalitas, serta memperbanyak festival dan ruang promosi, produk lokal akan semakin dikenal dan dihargai.
Optimisme Alo pun menjadi energi bersama: ketika semua pihak bergerak, pendatang tidak lagi dipandang semata sebagai pesaing, melainkan bagian dari pasar dan mitra yang ikut menghidupkan denyut ekonomi rakyat Papua.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/12/22/bf47bedb-edb3-4b29-bd27-01597e50c7f5_jpeg.jpeg)
.jpeg)
