Kabar Terkini
Pembangunan Infrastruktur dan Pelayanan Publik Terus Digenjot di Seluruh PapuaProgram Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Buka Peluang Usaha Baru Generasi MudaStabilitas Keamanan Terjaga, Warga dan Aktivitas Ekonomi Berjalan Kondusif
Pariwisata & Budaya

Pesona Raja Ampat 2026: Wisata Bahari Berkelanjutan Dunia Masuki Musim Kunjungan Tertinggi

Kepulauan karang eksotis Papua Barat Daya kian mendunia berkat tata kelola ekowisata berbasis kearifan lokal dan konservasi terumbu karang.

Redaksi Surga Timur

13 Sep 2026, 08.00

4 menit baca 322 pembaca
Pesona Raja Ampat 2026: Wisata Bahari Berkelanjutan Dunia Masuki Musim Kunjungan Tertinggi
Pemandangan gugusan karst ikonik di perairan Raja Ampat. (Foto: Pariwisata Indonesia Timur)
Bagikan:

Gugusan pulau karang karst yang menjulang di atas air laut sebening kristal di Raja Ampat kembali memikat pelancong dan penyelam dari seluruh penjuru dunia. Memasuki kuartal pertama tahun 2026, tingkat okupansi resor ramah lingkungan dan kapal liveaboard melonjak hingga 85 persen.

Konservasi Berbasis Masyarakat Adat

Keberhasilan ekowisata Raja Ampat bertumpu pada tradisi adat 'Sasi'—sebuah kearifan lokal yang melarang penangkapan biota laut di zona tertentu selama periode waktu khusus demi menjaga keberlanjutan ekosistem karang.

"Raja Ampat bukan sekadar destinasi liburan, melainkan laboratorium keanekaragaman hayati laut dunia. Sekitar 75 persen spesies karang global hidup subur di perairan ini," ungkap Koordinator Konservasi Bahari, Hendrikus Marani.

Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Lokal

Melalui retribusi kartu tanda masuk kawasan konservasi, dana dialokasikan langsung untuk pendidikan anak-anak suku pesisir, penyediaan air bersih desa, serta permodalan homestay milik warga lokal.

Transparansi Sumber & Hak Cipta

Artikel ini dirangkum dan dianalisis secara akurat berdasarkan publikasi resmi dari Pesona Nusantara. Seluruh hak cipta materi fakta awal tetap dimiliki oleh penerbit aslinya.

Bagikan:

Berita Terkait di Pariwisata & Budaya