Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan memperkuat kerja sama ekonomi dengan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor melalui pemanfaatan potensi unggulan masing-masing daerah. Kemitraan tersebut mencakup konektivitas, perdagangan, perindustrian, serta pertukaran komoditas pangan berupa hasil pertanian dan perkebunan dari Papua Pegunungan dengan ikan segar dari Biak Numfor. Langkah ini diarahkan untuk memperluas pasar bagi produksi masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong peningkatan kesejahteraan di kedua wilayah.
Kerja Sama Berbasis Potensi Daerah
Gubernur Papua Pegunungan John Tabo memimpin rapat implementasi kerja sama pemanfaatan sumber daya unggulan antara kedua pemerintah daerah di Wamena. Berdasarkan informasi yang disadur dari ANTARA News Papua, kerja sama tersebut sebelumnya telah ditandatangani pada tahun lalu sehingga tahap berikutnya adalah memastikan pelaksanaannya berjalan melalui Organisasi Perangkat Daerah teknis.
Pemerintah daerah menilai kesinambungan kerja sama menjadi faktor penting agar kesepakatan tidak berhenti pada dokumen, melainkan menghasilkan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.
John Tabo menjelaskan, pada tahap awal Papua Pegunungan telah mengirimkan sayuran dan buah-buahan segar ke Kabupaten Biak Numfor. Sebaliknya, Biak Numfor mengirimkan ikan segar ke Papua Pegunungan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Pola pertukaran tersebut menunjukkan adanya hubungan saling melengkapi antara daerah pegunungan sebagai penghasil komoditas hortikultura dan wilayah kepulauan yang memiliki potensi perikanan.
Menekan Biaya dan Memperkuat Ketahanan Pangan
Kerja sama perdagangan antarwilayah diharapkan dapat membantu menekan tingginya harga ikan laut di Papua Pegunungan. Pasokan yang lebih terencana dan berkelanjutan akan memberi pilihan sumber pangan dengan rantai distribusi yang lebih jelas, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat Biak Numfor untuk memperluas pasar produk perikanannya.
Di sisi lain, hasil pertanian dan perkebunan dari Papua Pegunungan dapat memperoleh saluran pemasaran yang lebih pasti sehingga produksi masyarakat memiliki nilai ekonomi yang lebih baik.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Gubernur Papua Pegunungan meminta kolaborasi lintas sektor. Dinas Pertanian berperan menyiapkan hasil perkebunan dan pertanian, sedangkan Dinas Koperasi dan UKM bertugas membantu menampung serta menjadwalkan pengiriman komoditas. Dinas Perindustrian dan Perdagangan diharapkan memperkuat mekanisme kerja sama perdagangan, sementara Dinas Perikanan mendukung penyediaan dan distribusi hasil perikanan dari Biak Numfor.
Koperasi sebagai Penghubung Distribusi
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Papua Pegunungan Alpius Yigibalom mengatakan, pelaksanaan kerja sama memerlukan pihak ketiga yang dapat menjalankan kegiatan operasional secara konsisten. Untuk itu, pemerintah daerah telah membentuk koperasi yang berfungsi sebagai penghubung antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat produsen.
Koperasi tersebut akan menampung hasil pertanian serta perkebunan sebelum dikirim ke Biak Numfor, sekaligus membantu menampung hasil perikanan dari Biak untuk selanjutnya didistribusikan ke Papua Pegunungan.
Kehadiran koperasi diharapkan membuat proses pengumpulan, pengelolaan, dan pengiriman komoditas menjadi lebih terorganisasi. Skema ini juga dapat memberikan kepastian bagi petani, pekebun, dan nelayan terkait akses pasar serta saluran distribusi produk mereka.
Dengan pembagian peran yang jelas antara pemerintah daerah, perangkat teknis, koperasi, dan pelaku usaha, kerja sama Papua Pegunungan-Biak Numfor memiliki dasar untuk berkembang menjadi jaringan perdagangan pangan yang saling menguntungkan dan mendukung kemandirian ekonomi daerah.


